Loading...

Oleh : W. Suwito, SH, MH.,
Dirut PT Borneo Tribune Press

Tiada kata yang indah selain mengucapkan puji serta syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kasih bahwa dalam usia 2,5 tahun PT. Borneo Tribune Press melansir Harian Borneo Tribune, sudah mampu melahirkan koran baru dengan nama Borneo Metro. Borneo Metro mengambil nama induknya, Borneo Tribune dengan terus mengedepankan kata Borneo.
Borneo adalah pulau ketiga terbesar di dunia setelah Green Land di Amerika dan Papua di wilayah Timur Indonesia. Dengan nama Borneo, ada semangat yang sama. Bahwa Borneo tidak hanya besar pulaunya. Tetapi juga harus besar pula medianya. Sasaran koran induk Harian Borneo Tribune (HBT) adalah menuju koran nasional. Impian menjadi koran nasional ini bukanlah gertak sambal, atau tong kosong nyaring bunyinya, melainkan sudah dikemas sedemikian rupa dengan jejaring media secara regional Kalimantan serta Nasional. Kita punya jejaring lokal, regional dan nasional bahkan internasional dengan baik. Modal jejaring itu telah membuat HBT tumbuh subur dan besar dengan kapasitas terpasang di 14 kabupaten-kota di Kalbar serta kontributor di sejumlah provinsi di Indonesia maupun sejumlah negara di Asean, Eropa dan Amerika. Borneo Metro lahir sebagai jawaban atas kegundahan hati publik, bahwa mereka membutuhkan koran populis yang meletakkan dasar-dasarnya dari sisi edukasi atau pendidikan. Borneo Tribune sebagai koran pendidikan dan koran publik berusaha memberikan jawaban itu. Jika Borneo Tribune “cool” dengan sisi edukatif, maka Borneo Metro masuk wilayah populis seperti hukum dan kriminal, namun soft, lembut, edukatif dari sisi pemberitaan berbeda dengan yang menghujat dan menghakimi, dengan memberikan tempat kepada yang terhakimi.Borneo Metro disajikan dengan bentuk serupa The Sun atau Koran Tempo. Tata wajahnya di-make up sedemikian rupa sehingga merona dan mempesona. Edisi perdana Borneo Metro sengaja diambil 1-11 karena menunjukkan angka tripel one. Satu, satu, satu. Angka tahun 2009 menunjukkan angka baik, kembar dan angka tertinggi sembilan. Filosofi angka ini menjadi sejarah bagi kebangkitan koran daerah untuk menjadi tuan rumah bagi negerinya sendiri. Borneo harus memberikan tempat kepada Koran Borneo untuk tumbuh dan berkembang, sehingga menjadi Koran Publik yang bisa dibaca dan mendapat informasi murah. Apabila memungkinkan gratis bagi semua masyarakat, termasuk masyarakat di daerah pedalaman Borneo yang jauh dan belum tersentuh pembangunan. Janganlah kami diaborsi sebelum lahir. Janganlah Pendiri dan Pemiliknya dihakimi. Untuk itu kami mohon doa restu publik di mana saja seantero Bumi Borneo pada khususnya dan pembaca di mana saja pada umumnya. Media ini kami lansir dengan harga terjangkau. Tetap seribu selamanya.Akhirnya kami ucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada semua Pihak yang mendukung Borneo Tribune.


Read More..



Dewi: Pemindahan Ini Melanggar HAM

Andry dan Suhartiman

Borneo Tribune, KetapangTony Wong yang selama ini ditahan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIb Ketapang, kini dipindahkan secara tiba-tiba ke Lapas KelasIIa Pontianak, Kamis (6/8) pagi.

Tony Wong yang divonis empat tahun penjara oleh Mahkamah Agung tahun ini, sudah menjalani masa hukuman dua tahun lebih di Lapas Ketapang.
Ditanyakan kepada Kalapas Kelas IIb apakah pemindahan Tony Wong ke Lapas Kelas IIa Pontianak, lantaran kini Lapas Kelas IIb Ketapang juga sebagai tempat mendekamnya mantan Kapolres AKBP. Akhmad Sun'an, beserta dua orang mantan anak buahnya. Yakni, mantan Kasat Reskrim Polres Ketapang AKP. M Kadhapy Marpaung, dan mantan Kapos Polair Ketapang Iptu. Agus Lutfiardi? Secara tegas Kalapas Kelas IIb Ketapang membantah bahwa, hal itu tidak berhubungan sama sekali. “Pemindahan tahanan ini hanya penyegaran saja,” bantahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Pontianak, Agus Djokohardono ketika ditanya mengenai alasan pemindahkan Tomy Wong dari Lapas Ketapang ke Pontianak menjawab, pemindahan narapidana adalah peristiwa biasa dan tidak ada yang aneh-aneh.
“Secara umum tidak ada hal yang mustahil,” katanya.

Pemindahan yang dilakukan adalah biasa saja. Narapidana bisa dipidana di mana saja. Kalau sisa hukuman lebih dari satu tahun, narapidana biasanya akan dikirim ke Lapas Provinsi, kata Agus ketika ditemui di ruang kerjanya.

“Jadi pada prinsipnya narapidana dipindahkan ke Lapas manapun tidak masalah, tapi harus ada dasar-dasarnya, mungkin faktor pembinaan,” katanya.

Disamping alasan pembinaan, Agus menyatakan bahwa, pemindahan juga biasa dilakukan dalam rangka pengamanan. “Dari segi pengamanan, janganlah dalam satu rumah itu ada lawan-lawannya,” kata Agus.

Namun, menurut kuasa hukum Tony Wong, Rr. Dewi Aripurnamawati, SH., dari Kantor Advokat W. Suwito, SH & Associates, melihat ada aroma tidak sedap dari proses pemindahan itu. “Bolehlah pihak Lapas memberikan dasar pemindahan dengan alasan pembinaan, namun itu tidak dilakukan dengan prosedur yang benar,” kata Dewi.



Read More..

Seorang dokter sedang menangani pasien yang baru saja mengalami kecelakaan. Dokter: "Wah... betul-betul parah..punggungmu patah, tulang belakangmu hancur, lehermu salah urat, dan tulang tengkorakmu mengalami fraktur. Hmmm apakah ada pertanyaan?" Pasien: "Ya dokter. Saya ingin tahu, siapa sih yang mengeringkan kolam renang saya?”

Read More..





Foto Manajer Tim Possi Kalbar yang akan berlaga pada Sail Bunaken 2009, W. Suwito bersama para Atlit dan Tim Bunaken Kalbar dengan KONI, POSSI Kalbar dan DANLANAL pada acara pelepasan di Restoran Kakap. Foto Suhartiman/BorneoTribune *Sail Bunaken 2009KONI Kalbar Lepas Tim Kejurnas



Selam SuhartimanBorneo Tribune, Pontianak


Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalbar Minggu siang (2/8) secara resmi melepas 22atlit selam untuk menigikuti Kejuaran Nasional (Kejurnas) Selam 2009 di BunakenManado, Sulawesi Utara pada tanggal 11 sampai 18 Agustus mendatang. Pelepasan Tim Kejurnas Selam Kalbar yang berlangsung di Restoran Kakap dihadiri juga oleh Danlanal Kolonel Laut Trikora Harjo yang dalam hal ini merupakan penanggung jawab Tim Bunaken Kalbar. Turut juga dalam pertemuan itu Ketua KONI Kota Pontianak Fahruddin D. Sirgar. Ketua KONI Kalbar Sy. Mahmud Alkadrie, dalam sambutan pelepasan Tim mengakui bahwa olahraga Selam di Kalbar berkembang sangat pesat. Dan selaku pimpinan KONI dalam rangka menghadapi Kejurnas di Menado ia akan terus mensupport POSSI dan atlit selam Kalbar. Selanjutnya diungkapkan rasa banggganya kepada Pengda POSSI Kalbar, karena bisa mengutus wakil Kalbar di Kejurnas, ”Meskipun bantuan yang diberikan KONI sekedarnya, namun semangat para atlit cukup tinggi” ungkapan Sy. Mahmud yang juga berjanji akan memberikan bonus kepada atlit yangbisa menyumbangkan mendali bagi Kalbar. Adapun tim yang mengikuti kejurnas nanti berjumlah sembilan orang yang terdiri dari ketua Tim, manejer, official dan enam atlit. Nama peselam yang akan mewakili Kalbar tersebut adalah dua orang peserta putrayaitu Andi M Perdana dari Kota Pontianak dan Pratu Purwanto dari Kabupaten Kubu Raya. Sedangkan dua yang mewakili peserta putri Kalbar adalah diwakili oleh penyelam dari Kabupaten Sambas bernama Novi Priyanti dan Euis Noni Januari dari Kabupaten Ketapang. Sedangkan dua lagi untuk nomor underwater photografi diwakili oleh Irwan Dirgantara dari Pengda POSSI Kalbar dan Andi Herfenus dariBengkayang. Rencananya tim akan berangkat hari ini (3/8) yang diketuai langsung oleh Ketua Pengda POSSI Kalbar Tribowo, sedangkan yang bertindak sebagai Menejer adalah W. Suwito, selaku official adalahMei Sulawesi Yanto, dan Hermanus Irwan Dirgantara selaku pelatih. Sail Bunaken 2009 nanti adalah sejarah pertama kalinya seluruh komponen bangsa akanikut bersama-sama melaksanakan upacara peringatan hari Kemerdekaan di dalamair. Secara khusus event selam massal akan memecahkan Guinness World Record(GWR) yang selama ini rekor dunia secara berturut turut dipecahkan olehAustralia tahun 2004 dengan 600 penyelam, Thailand tahun 2005 pada festivalKohtao sebanyak 722 penyelam dan Maladewa tahun 2009 sejumlah 900 penyelam.Sedangkan Indonesia rencananya akan mengerahkan minimal 1.500 penyelam yangakan dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 2009.

Read More..
;;