Jumat, 05 November 2010

Media yang Mencerdaskan

Ilustrasi
Gubernur Resmikan Mesin Baru Borneo Tribune

Oleh: Hentakun

PONTIANAK-Keprihatinan W. Suwito,SH.,MH., Kandidat Doktor Ilmu Hukum UNDIP Semarang terhadap penghakiman media massa membuatnya tertarik meneliti pemberitaan media dalam pemberitaan penegakan hukum.

Gubernur Kalbar, Cornelis, ketika meresmikan mesin cetak baru Borneo Tribune, di Jalan Purnama Dalam, Kamis (23/9) siang, minta media massa memberi informasi apa adanya kepada pembacanya, terlebih Borneo Tribune sebagai koran lokal Kalbar.


“Borneo Tribune harus menjadi media yang mencerdaskan dengan memuat berita apa adanya, jangan berita yang dibuat-buat,” harap orang nomor satu di Kalbar itu.

Ditambahkan Gubernur, Borneo Tribune yang didalamnya orang-orang muda kreatif supaya meningkatkan sumber daya dan pemberitaan agar semakin baik, jangan dirusak dengan hal-hal yang tidak perlu.

Lebih lanjut, Gubernur mengharapkan, media tetap memelihara kepercayaan pembaca, karena tanpa kepercayaaan orang tidak mudah berkembang.

Direktur Utama PT. Borneo Tribune Press, W. Suwito, mengatakan, Borneo Tribune terbit dan hidup dengan modal keberagaman dalam kebersamaan untuk mencapai idealisme sebagai seorang wartawan.

Lebih lanjut Suwito menuturkan, berdirinya Borneo Tribune berawal dari keterbatasan, bahkan ketiadaan. Semuanya serba sulit, untuk membeli satu mesin saja sulit demikian juga dengan modal usaha.

Namun karena tekad dan semangat untuk menjadikan koran daerah, maka secara perlahan Borneo Tribune hidup dan terus berkembang. “Koran ini bisa besar karena ide-ide cemerlang putera-puteri Kalbar di dalamnya,” terang Suwito.

Suwito berharap dirinya bisa membawa wartawan Borneo Tribune untuk bekerja lebih profesional, bekerja sesuai kode etik dan menulis tidak merusak nama baik orang lain. “Ini menyakitkan putera daerah yang dirusak namanya oleh pers yang tidak bertanggung jawab, padahal belum diputuskan pengadilan, pers sudah memvonisnya,” imbuh Suwito.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar, Ny. Frederika Cornelis mengharapkan media massa seperti halnya Borneo Tribune tetap semangat dan memiliki komitmen mencerdaskan rakyat Kalbar.

“Seperti semboyan Bapak, kalau berani jangan takut-takut kalau takut jangan berani-berani, beritakan yang sudah jelas, dan jangan jadi koran yang hanya bisa mengkritik pemerintah, apalagi rumor atau gosip,” tukas Frederika.

Sebelum meresmikan mesin baru milik Borneo Tribune, Pemimpin Redaksi Tanto Yakobus menyerahkan tiga buah buku berseri Mat Belatong yang diterima langsung Gubernur Cornelis sebagai cinderamata. Selain mencetak koran, PT Borneo Tribune Press sudah memiliki mesin officet khusus mencetak buku. Sudah banyak buku yang diterbitkan Borneo Tribune.

Itulah beberapa perkembangan dan kemajuan Borneo Tribune yang dikelola anak-anak muda kreatif sehingga mengundang kekaguman Gubernur Kalbar, Cornelis. (published at Borneo Tribune on 24 september 2010)