Rabu, 19 Desember 2007

PENGACARA MINTA TW DIBEBASKAN

Tony Wong (TW) akhirnya menghadiri sidang kasus dugaan korupsi dana PSDH/DR di Pengadilan Negeri Ketapang, Selasa (18/12). Pada sidang ketiga itu menagendakan materi eksepsi Kuasa hukum Tony Wong.
Dalam eksepsinya, kuasa hukum TW, Suwito didampingi Jamhuri meminta majelis hakim membebaskan TW dengan berbagai alasan. Salah satunya, dakwaan JPU terhadap TW dinilai cacat formal.. Alasannya, jaksa dalam menuntut TW menerapkan surat-surat Kepmenhut yang diterbitkan pada tanggal 4 Aril 2003. “Padahal perbuatan itu terjadi sebelum berlakunya surat-surat Kepmenhut tersebut,” Kata Suwito.
Usai mendengarkan penyampaian eksepsi dari kuasa hukum TW, Ketua Majelis Hakim, Parulian Saragih SH didampingi empat hakim anggota memberikan kesempatan kepada JPU. Namun JPU akan memberikan tanggapan atas eksepsi tersebut pada sidang 7 Januari 2008.
Persidangan Tw hingga kemarin masih menarik minat masyarakat mendatangi PN. Kebanyakan masyarakat yang datang memberikan dukungan moral kepada pihak pengadilan untuk serius memproses kasus tersebut,

Dewan Penasihat Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Sandai, Datok Y.P Laway yang ikut memantau jalannya persidangan mengharapkan, porses persidangan terhadap TW harus benar-benar dilakukan sesuai aturan hukum. Ia mengingatkan aparat untuk tidak “bermain” dalam kasus itu, sehingga melemahkan tuntutan terhadap TW. “Jika memang majelis hakim tidak berani, masyarakat hulu siap menghakimi Tony Wong.” Ucap Datok Laway menyampaikan pesan masyarakat adat.
Harapan masyarakat adat terhadap jaksa dan hakim, menurutnya tidak main-main. Dalam kasus ini, kata dia, pelaku pembalakan liar terkait erat dengan kelangsungan hidup masyarakat luas. Dampak pembalakan liar, lanjutnya harus diresapi oleh hakim dan jaksa. “Polisi telah mengantarkan ke proses hukum Tony Wong kepada Pengadilan dengan mulus. Dengan demikian, keputusan saat ini tinggal jaksa dan hakim. Apakah Adelin Lis muncul juga di Bumi Kalbar ? Ataukah nilai uang lebih tinggi dari hukum, masyarakat perlu tahu.” Tukasnya. (Berita Tidak berimbang Harian EQUATOR, Rabu 19 Desember 2007 )