Jumat, 25 Mei 2007

Eks Karyawan PT BMLA “Serbu” Pengacara BI Pesangon Belum Lunas

Kamis, 24 Mei 2007
Pontianak,- Puluhan mantan karyawan PT Benua Multi Lestari Adesip (BMLA) menyerbu kantor sekaligus rumah Suwito SH di No 162 Jalan Dr Setia Budi, Kecamatan Pontianak Selatan, Rabu (23/5) sekitar pukul 10.30. Tujuan mereka, meminta konfirmasi kepada Suwito selaku kuasa hukum PT Benua Indah seputar sisa pesangon yang belum lunas terbayar. Sementara PT BMLA yang telah bubar dulunya adalah anak perusahaan PT Benua Indah.
Sesampai di depan teras kantor Suwito, para korban PHK ini memarkirkan sepeda motornya. Lalu dengan emosi, marah, ancaman serta kata-kata kotor memaksa keluar Suwito. Situasi menjadi semakin kacau ketika dua dari puluhan massa itu berusaha masuk ke rumah. Khawatir terjadi hal buruk, istri Suwito yakni Ani menghubungi kepolisian. Dalam hitungan menit, Polsekta Pontianak Selatan dan Poltabes Pontianak tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara massa telah lebih dahulu kabur dan pulang.
Menurut saksi mata, Dewi Ari Purnamawati serta hasil liputan di lapangan, tidak ada material kantor maupun rumah Suwito yang rusak. Dewi yang juga sebagai pengacara magang di sana mengatakan hanya 20 menit para massa menebarkan ancaman.
Sementara Suwito mengaku para massa hanya ingin bertemu dan meminta penjelasan seputar sisa pesangon yang belum lunas. “Sejak awal saya bertindak selaku kuasa hukum PT Benua Indah. Karenanya sering berinteraksi dengan mereka,” paparnya.
Seputar permintaan pesangon, dia mengatakan harus terlebih dahulu mendapat kuasa dari Budiono Tan. “Saya sudah menyarankan agar bertemu kembali di kantor Benua Indah minggu depan. Itu pun kalau Budiono Tan merestui,” ucapnya.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun Equator, kemarahan massa memuncak karena keengganan Suwito memberi penjelasan. Berhubung Suwito memiliki jadwal ke luar kota. PT Benua Multi Lestari Adesip yang bergerak di bidang kayu semasa beroperasi memiliki sekitar 109 karyawan. Pasca peristiwa kemarin, Suwito enggan membuat laporan ke Poltabes maupun Polsekta Pontianak Selatan. “Saya tidak merasa mengalami kekerasan dan ancaman. Polisi datang karena respons yang cepat. Karenanya saya sangat memuji kinerja kepolisian,” akunya.
Baik truk dalmas, tiga mobil patroli dan para anggota kepolisian kembali ke Markas masing-masing setelah situasi benar-benar aman. (man, equator)