Selasa, 23 Januari 2007

KULIAH MESTI PUNYA TARGET

Belum lama ini, Untan kembali mengukir sejarah bagi kelulusan 911 sarjananya baik S1, D3 maupun D2. Dengan demikian, peran Untan untuk menyampaikan SDM cukup berarti bagi pembangunan daerah ini. Di antara 911 wisudawan-wusudawati tersebut, ada yang cukup beruntung dengan prestasi yang diraihnya.
Seperti W.Suwito merupakan lulusan tercepat dari Fakultas Hukum dengan masa studi 4 tahun 4 bulan 18 hari.
Menyusul Winoto Simitro dari Fakultas Ekonomi dengan masa studi 3 tahun 5 bulan 25 hari. Jelli Juzon dari Fakultas Pertanian dengan masa kuliah 3 tahun 5 bulan 24 hari. Ari Wibowo dari fakultas teknik dengan masa studi 5 tahun 1 bulan 14 hari. Yudi Hartadi dari fakultas ISIPOL dengan masa studi 4 tahun 5 bulan 17 hari dan Wan Yuliyanti dari FKIP dengan masa kuliah 3 tahun 3 bulan 7 hari.
Juga disampaikan wisudawan terlama, Syarifuddin daru fakultas teknik dengan masa studi 14 tahun 5 bulan 26 hari. Wisudawwan termuda Winoto Sumitro dari fakultas ekonomi yang lahir pada 8 Februari 1974. sedangkan wisudawan tertua Binsat Situmepang dari fakultas ISIPOL, lahir pada 18 November 1943.
Juga disampaikan wisudawan cum laude yakni Helena Tamara Lim dari fakultas ekonjomi dengan IP 3,61 dengan masa studi 3 tahun 5 bulan 26 hari. Menyusul Gia Anastasia Patriadi dengan IP 3,59 dari fakultas hukum. Dan Winoto Sumitro dengan IP 3,56 dari fakultas ekonomi.
Selain itu, pada Fisipol ada beberapa orang lulusan dari tugas belajar (Tubel) yang berhasil diwisuda, di antaranya, dua yang mendapat IP tinggi yakni Dasa SA dengan IP 3,65 dari Chifni B dengan IP 3,51 yang ikut diwisuda akhir Januari Lalu.
Chifni, alumni APDN tahun 1982 ini mendapat tugas belajar di FISIPOL. Sebelumnya ia bertugas di kantor camat Paloh selamt tujuh tahun kemudian di kantor camat Sekura selama tiga tahun. Ayah dari dua anak ini menanamkan prinsip hidup yakni selama kuliah harus ditetapkan target, “Target ini untuk memacu kita lebih gat dalam studi.” Ujarnya.
Target itu juga untuk menumbuhkan semangat belajar, karena selama mengemban tugas palagi sudah memikirkan rumah tangga. Maka mahasiswa yang demikian harus dapat menetapkan targetnya. “ Jika tidak, bisa-bisa kita terjebak dalam kesibukan di luar kuliah.” Tambah Chifni yang mengambil jurusan Ilmu administrasi.
Kesempatan dalam tugas belajar ini menurutnya dapat memacu kemampuan sesuai dengan tugas yang ditekuni yakni sebagai abdi bangsa dan abdi masyarakat. Karena itu, ia harus benar-benar mempersiapkan diri yang nantinya akan kembali lagi berhadapan dengan masyarakat.
Dalam pengamatannya, kebanyakan mahasiswa mengalami hambatan pada penyelesaian tugas akhir. Baik penelitian maupun penulisan skripsi, oleh karena it, ia tetap berusaha untuk cepat menyelesaikan studi. Maka saat-saat libur semester dimanfaatkannya untuk mendalami teknik-teknik proposal dan kuesioner. Akhirnya ia pun dapat menyelesaikan kuliah tanpa harus berlama-lama dengan tugas akhir.(Posted at PONTIANAK, AKCAYA Februari 1996)