Rabu, 13 Oktober 2004

Perusahaan Terpuruk, Perlu Waktu Cari DanaNasib Buruh PT BI

Rabu, 13 Oktober 2004
Pontianak,- Penasehat hukum PT Benua Indah, Suwito SH mengatakan, bukan selama tiga bulan perusahaan tidak membayar gaji karyawan tetapi selama tujuh kali setengah bulan perusahaan belum membayar gaji karyawan. "Selama perusahaan lock out dan tidak operasional selama hampir tujuh bulan para buruh dirumahkan, tapi perusahan berkomitmen tetap membayar setengah atau 50 persen dari gaji pokok," kata Suwito kepada wartawan, Selasa (12/10). Dikatakannya, karena kondisi perusahaan seperti itulah maka sekarang PT Benua Indah memerlukan dana segar untuk melakukan pelunasan terhadap gaji karyawan. "Perusahaan dalam keadaan terpuruk, jadi memerlukan waktu untuk mencarikan dana bagi pelunasan gaji karyawan," ujarnya. Dikatakan Suwito, tidak operasionalnya perusahaan dalam hal ini juga memiliki alasan tersendiri. Selam ini, katanya yang selalu dikambing hitamkan dan persalahkan adalah perusahaan. Padahal yang paling berkompeten dalam permasalahan ini adalah Diperindag dan Menhut. "Diperindag dan Menhut membekukan Advik kami, sehingga perusahaan tak bisa operasional," katanya. Menurutnya, untung saja hasil produksi yang lama masih diberi dispensasi oleh Gubernur untuk di ekspor, walaupun dijegal dipusat. "Saat mengekspor hasil produksi sisa kami dijegal di pusat, terlebih lagi izin operasional pabrik juga dicabut oleh Menhut," katanya. "Semuanya itu kita PTUN kan dan sudah selesai, tetapi sekarang belum dieksekusi untuk operasionalkan perusahaan," kata Suwito. Dikatakannya, kebijaksanaan pemerintah dalam hal ini tak jelas, dan tak mendukung bagi kemajuan perusahaan dan karyawan yang jelas perusahaan dan buruh menjadi korban. "Tidak ada kejelasan semuanya saling lempar tanggung jawab, dan tak ada kejelasan sewaktu saya melakukan penguruasan terhadap izin operasional perusahaan, yang jelas kami telah menjadi korban ketidak jelasan aturan pemerintah," ujar Suwito. (bdi, Appost)